Ketika mencari pasangan, mungkin teman-teman akan menyarankan agar Anda
sok jual mahal untuk meningkatkan daya tarik Anda di mata calon
pasangan. Namun ternyata baru-baru ini sebuah studi baru mengungkapkan
bahwa sikap pura-pura tidak tertarik dengan calon pasangan potensial
atau gebetan ini perlu dilakukan, apalagi jika Anda ingin hubungan yang
serius.
Menurut studi yang sama, salah satu manfaat sikap jual
mahal ini adalah Anda dapat menarik calon pasangan yang berkualitas
tinggi dengan tingkat komitmen tertinggi untuk menjalin hubungan jangka
panjang.
Peneliti menemukan kesimpulan itu setelah menggelar
empat percobaan berbeda untuk menentukan bagaimana dan mengapa
orang-orang suka bersikap jual mahal lalu kapan metode ini dianggap
efektif untuk menarik pasangan.
Dalam satu percobaan, peneliti
mengidentifikasi cara orang-orang bersikap jual mahal dan seberapa
sering pria/wanita menggunakannya. Dari 58 strategi yang berhasil
dicatat peneliti, sebanyak 500 responden mahasiswa Amerika menilai
'bersikap percaya diri' dan 'lebih memilih berbicara dengan orang lain
di hadapan gebetan' sebagai dua metode yang paling sering mereka gunakan
saat bersikap sok jual mahal.
Tapi ada sedikit perbedaan metode
antara kedua jenis kelamin. Sebab ketika para wanita bersikap sok jual
mahal, mereka lebih cenderung 'tidak menelepon', 'tak banyak bicara' dan
'sok sibuk', sedangkan pria lebih suka menggunakan tiga metode utama
yaitu 'berpura-pura angkuh atau kasar', 'suka memuji atau mengucapkan
hal-hal baik tapi tidak menelepon' dan 'memperlakukan orang lain dengan
buruk'.
"Lagipula wanita memperoleh lebih banyak keuntungan saat
bersikap seperti ini karena sok jual mahal memberi kesempatan kepada
mereka untuk menguji calon pasangannya dan meningkatkan daya tarik
mereka," terang peneliti Peter Jonason, PhD, asisten profesor psikologi
dari University of Western Sydney, Australia.
"Belum lagi wanita
memiliki nilai yang lebih tinggi dalam kancah pencarian pasangan
biologis sehingga mereka bisa lebih sering bersikap jual mahal ketimbang
pria. Pria yang jual mahal justru akan kehilangan peluangnya untuk
memperoleh pasangan," lanjutnya.
Dalam percobaan kedua, 300
responden mahasiswa Amerika mengidentifikasikan dua alasan utama mengapa
mereka sok jual mahal yaitu untuk meningkatkan permintaan (mendorong
calon pasangan untuk lebih menginginkannya) dan menguji kemauan calon
pasangan untuk berkomitmen (mempertahankan ketertarikan calon pasangan
dan upayanya untuk mengejar mereka).
Studi yang dipublikasikan
dalam European Journal of Personality ini juga menemukan bahwa dalam
hubungan yang dilandasi komitmen, wanita lebih memilih pria yang tingkat
ketersediaannya (availability) sedang-sedang saja (tak terlalu mudah
atau terlalu jual mahal). Sedangkan pria cenderung berpaling pada wanita
yang tingkat ketersediannya rendah (sulit didapatkan).
Bahkan
untuk urusan uang dan waktu yang dihabiskan calon pasangan potensial,
425 mahasiswa Amerika sepakat menilai bahwa makin kecil tingkat
ketersediaan seseorang maka makin besar keinginan calon pasangannya
untuk menginvestasikan waktu dan uang dengan si dia.
"Kendati
begitu, jika Anda hanya berniat untuk menjalin hubungan jangka pendek
saja, wanita takkan mendapatkan siapapun jika memilih bersikap sok jual
mahal. Sebaliknya hal ini justru mempan jika dilakoni oleh pria,"
pungkas Jonason seperti dikutip dari nbcnews.
Sumber: detik.com

No comments:
Post a Comment