Studi terbaru menunjukkan bahwa wanita yang pernah mengalami
kekerasan atau pelecehan seksual semasa remaja atau kanak-kanak memiliki
peningkatan risiko penyakit jantung ketika dewasa. Temuan ini
dipublikasikan dalam American Heart Association.
Para
peneliti menganalisis data lebih dari 67.000 relawan perempuan berusia
25-42 tahun. Peneliti mengungkapkan bahwa sebanyak 11 persen di antara
relawan menjawab "ya" ketika ditanya apakah mereka pernah mengalami
"kekerasan seksual" saat masa kanak-kanak atau remaja, sampai usia 17
tahun.
Setelah diamati selama kurang lebih 18 tahun, para ilmuwan
menemukan perbedaan. Perempuan yang
mengalami setidaknya satu kali
kekerasan seksual semasa muda mempunyai risiko 56 persen lebih tinggi
mengidap penyakit kardiovaskular ketimbang perempuan tanpa riwayat
kekerasan seksual semasa anak-anak.
"Sudah jelas bahwa hubungan
ini sangat kuat. Kita perlu melakukan pekerjaan yang lebih baik berupa
skrining dan mengidentifikasi pelecehan seksual anak pada usia dini,"
kata Donna Arnett seorang epidemiologi dari University of Alabama di
Birmingham, sekaligus presiden terpilih American Heart Association.
Sementara itu, Janet Rich-Edward, dari Harvard School of Public Health
and Brigham and Women Hospital in Boston mengatakan, faktor terbesar
yang berkontribusi terhadap risiko penyakit jantung adalah jika
seseorang memiliki kecenderungan mengalami obesitas.
Namun ia
juga menuturkan bahwa kekerasan seksual yang dialami perempuan memiliki
tingkat lebih tinggi sebagai pencetus serangan jantung ketimbang faktor
risiko lainnya seperti rokok, alkohol, hipertensi dan diabetes.
sumber: sciencenews

No comments:
Post a Comment