Makin aneh-aneh saja maunya orang zaman sekarang. Entah sejak kapan
kecantikan wanita tak hanya terletak pada wajah dan kepribadiannya.
Seolah tak mau kalah, bagian paling intim dari seorang wanita pun ikut
dipermak agar terlihat cantik. Tapi awas, akibatnya bisa berbahaya.
Perawatan
kosmetik untuk vagina sudah menjadi tren kecantikan beberapa tahun
terakhir. Bukan hanya sekadar mengharumkan atau membersihkan, vagina
sekarang dipoles layaknya bagian tubuh wanita lainnya seperti wajah,
rambut ataupun kuku.
Seperti dilansir Health.com, Kamis (27/12/2012), berikut adalah teknik perawatan untuk mempercantik vagina dan konsekuensinya:
1. Vajazzling
Teknik
ini dilakukan dengan cara merias vagina dengan perhiasan yang
ditempelkan menggunakan wax. Salah seorang artis internasional yang
memulai tren ini adalah Jennifer Love Hewitt ketika diwawancarai sebuah
stasiun TV di AS. Metode ini sebenarnya aman, tergantung dari reaksi
kulit terhadap lilin wax. Gangguan yang mungkin muncul adalah
gatal-gatal.
2. Pewarnaan
Aneh memang,
tetapi ada orang yang mewarnai bulu kemaluannya agar berwarna-warni atau
sekadar terlihat 'beda'. Sayangnya, kulit di bawah bulu kemaluan lebih
mudah iritasi dibanding kulit kepala.
Pilihan untuk mewarnai bulu
kemaluan jelas masalah pribadi. Untuk memastikan tidak menyebabkan
iritasi, ada baiknya produk pewarna diujicoba dulu pada bagian lain
tubuh, misalnya ketiak, karena kulit di bagian itu hampir sama
sensitifnya.
3. Pemutihan
Bukan hanya baju
saja yang diberi pemutih atau bleaching, tapi vagina juga. Dengan bahan
kimia tertentu, vulva kulit akan dibikin warnanya agar lebih cerah.
Sayangnya, cairan kimia dapat menyebabkan iritasi, kulit melepuh, bahkan
luka bakar. Kebanyakan wanita yang melakukan bleaching tidak mengalami
masalah berarti. Tapi mengingat risikonya, sebaiknya bleaching tidak
dilakukan.
4. Brazilian Waxing
Teknik ini
dilakukan dengan cara menggunakan lilin untuk merontokkan sebagian besar
atau seluruh bulu kemaluan. Mengenai keamanannya, sebenarnya bulu
kemaluan dapat berfungsi sebagai pelindung dan bantalan vulva vagina.
Selain
itu, waxing juga dapat mengganggu atau merobek kulit serta menyebabkan
ruam dan infeksi. Tempat perawatan kecantikan yang tidak higienis dapat
meningkatkan risiko terjadinya masalah. Apabila menemukan bisul atau
bengkak bernanah, segera temui dokter karena dapat merembet ke saluran
genital.
5. Tindik
Kini tindik bisa dipasang
di hampir semua bagian tubuh, tak hanya daun telinga saja. Pada vagina,
tindik biasanya dipasang di klitoris, labia bagian dalam dan labia luar
atau perineum.
Risikonya, setiap bagian tubuh yang ditindik
sebenarnya berisiko terinfeksi. Jika berniat menindik bagian kelamin,
perhatikan kondisi vagina. Jika terjadi kemerahan, pembengkakan, atau
gejala lainnya, segera hubungi dokter.
6. Bedah kosmetik
Beberapa
wanita berduit memilih cara ekstrem untuk merombak vaginanya, yaitu
lewat prosedur bedah. Biasanya bedah dilakukan untuk memperpendek dan
membentuk kembali labia, menonjolkan klitoris dan mempersempit vagina.
Semua
prosedur operasi memiliki risiko seperti jaringan parut, cacat permanen
dan kerusakan saraf yang menyakitkan. Wanita yang sudah diperbesar
labianya seringkali tidak dapat melakukan kegiatan seperti bersepeda
atau berhubungan seks tanpa rasa sakit.
Sumber: detik.com

No comments:
Post a Comment